Saturday, June 20, 2015

Catetan Harian seorang Istri : “Rendang Padang Restumande, 'Rasa Tradisional dengan Cara Pengolahan Moderen''"

Catetan Harian Seorang Istri : “Rendang Padang Rasa Tradisional dengan Cara Pengolahan Moderen"



Mod

Sabtu, 6 juni endapat kirman paket pos Rendang Kemasan,’Randang Padang’ dan bumbu Padang Restumande di sabtu pagi yang cerah dari seorang teman baik adalah sebuah keberuntungan. Senang sekali akhirnya bisa memasak makanan kesukaan saya dari kecil, yang setau saya, sebagai keturunan asli padang (yang tidak jago bikin masakan padang,he he) jika kita memasaknya dari awal, untuk mendapatkan rasa yang ‘padang bangeet’ butuh waktu lama, bahkan bisa seharian.

 Saya ingat pernah bantu ibu saya membuat rendang rumahan, sekitar kurang lebih 4 jam saya berdiri mengaduk rendang, ditambah lagi kena cipratan panas santan dan bumbu rempah, yang bisa bikin tangan melepuh (heu heu). Kalau sudah begitu, saya jadi teringat bagaimana waktu kecil suka tidak habis makan rendang setiap lebaran, karena saking banyanya rendang yang dibikin oleh ibu saya, padahal beliau sudah memasaknya dengan susah payah, disitu saya kadang merasa sedih,,

Tapi kok cerita masa lalu yang kelam itu tidak terulang lagi di hari ini ya??, ketika saya mengeksekusi Rendang Padang ala Restumande di dapur mungil saya yang sederhana. Saya terkagum dengan kepraktisan pengolahan ‘Randang Padang’ ala Restumande ini, karena bisa menyingkat waktu proses memasak rendang dari 4 jam menjadi hanya 4 menit saja dengan menggunakan oven/ dipanaskan di atas kompor


.
Sempat curiga pasti rasanya tidak seenak rendang yang dimasak dengan proses alami, tapi ternyata  saya salah, rasanya manyus tenan, ranca bana. Dagingnya empuk, bumbunyapun sangat berasa rempah bercampur dengan gurihnya santan, sama persis dengan rendang kampung yang pernah dikirim saudara ibu saya di padang tempo dulu. Penasaran dengan rahasianya sayapun bertanya pada mbah google (langsung muncul banyak respon positif tentang Restoran Padang Restumande ketika saya masukkan kata kunci ‘Restumande’, jadi bikin saya makin penasaran), ternyata rendang kemasannya dibuat dari 25 jenis rempah dan daging pilihan, tanpa MSG, dan memiliki umur simpan lebih dari 1 tahun (jika kemasan tidak dibuka) tanpa penambahan bahan pengawet, Wow!!!.

Bahagianya bisa dengan mudah menikmati makanan favorit saya sewaktu kecil dengan rasa tradisional namun diproses dengan cara moderen, mudah dan praktis. Rendang padang bercitra rasa asli ‘Padang’ yang dulunya terasa nan jauh di mato, sekarang jadi dake’ di lidah J.

To be continued,,

Catetan Harian Seorang Istri (session 2) : “Rendang Padang Rasa Tradisional dengan Cara 
Pengolahan Moderen”

Sabtu, 13 Juni 2015

Dikarenakan kesibukan sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karir membuat saya menunda mengolah bumbu Padang Restumande, kiriman dari teman baik saya ini. Awalnya bingung mau bikin apa dengan bumbu asam padeh ini, karena sejujurnya saya kurang suka makanan padang yang satu ini, mungkin karena itu juga saya agak malas mengeksekusinya.

Andaikan almarhum bapak saya masih hidup, mungkin bumbu padang ini akan saya eksekusi dengan ikan tongkol atau ikan yang lainnya, tapi karena saya kurang suka mengolahnya dengan ikan, dan kebetulan pula adanya stok udang dan cumi di freezer, iseng2 saya tanya temen baik saya itu, “kalau dimasak dengn seafood yang lain, kaya cumi atau udang,kira2 enak g y mba?”, terus sama dia diposting deh kaya gini

Kaget juga bumbu asam padeh bisa juga jadi bumbu tomyam, langsung aja deh saya eksekusi jadi tomyam. Caranya pun tetep praktis, ga pake repot, cukup rebus air dan kepala udang sampai mendidih, angkat kepala udangnya, masukin bumbu dan bahan bahan lain seperti wortel, bakso, atau apapun yang anda suka, tergantung selera (asal bukan benda benda ganjil seperti sendal misalnya, he he). Kalau seneng tomyam yang agak asam (seger seger gimana gituh, yummy!!!), bisa ditambah tomat dan jeruk nipis, lalu masak sampai semua bahan matang, angkat dan sajikan bersama nasi hangat (hmm berasa lagi di restoran thailand, padahal aslinya lagi di dapur rumah sendiri, he he). Bumbu Padang ala Restumande bikin tomyam ala rumahan berasa restoran J.



Penasaran bagaimana cara mendapatkan produk rendang kemasan dan bumbu padang Restumande?? Buat sobat braga bisa datang langsung ke lokasi di Alamat Rumah Makan Restumande, di Jalan Brigjen Katamso 64, Bandung atau bisa juga delivery via SMS/WA ke 08562306040 atau via BBM (pin BB:5755BC09). Informasi selengkapnya bisa dibuka di FB: Rendang Kemasan Restumande / Twitter: @Restumande dan @BumbuPadang/ Instagram: @Restu_mande/ Website:www.restumande.com

Harganya pasti mahal deh, siapa bilang?? Untuk rendang instan sapi ori 78 ribu/ spicy 80 ribu saja, ada juga rendang ayam ori 63 ribu/ spicy 65 ribu saja. Bumbu Padang 22.500/pcs, kalau beli sekarton isi 20 harganya jadi lebih hemat, 18 ribu saja per pak.





4 comments:

  1. pasti enak tuh tomyam rasa minangkabau

    ReplyDelete
  2. Wah, tomyamnya ini bikin ngiler, jadi terinspirasi juga bikinnya pake Restumande :)

    www.noniq.co

    ReplyDelete
  3. Wah.... aku belom pernah nyoba sayur asem padeh. Apalagi dibikin tomyam. Kudu dicoba nih....

    ReplyDelete